Konfercab IX GP Ansor Lampung Selatan: Bersama Ansor Membangun Negeri

LAMPUNG SELATAN (Humas PCNU) – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Lampung Selatan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke-IX sebagai momentum evaluasi kepengurusan, konsolidasi kader, sekaligus menentukan arah kepemimpinan dan program organisasi ke depan. Ahad 2/8/2026.

Konfercab yang mengusung tema “Bersama Ansor Membangun Negeri” tersebut berlangsung di Universitas An Nur Lampung dan dihadiri sejumlah tokoh penting, jajaran Nahdlatul Ulama, pemerintah daerah, serta badan otonom NU se-Kabupaten Lampung Selatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, S.T., M.Pd., Ketua PCNU Lampung Selatan H. Abdul Haris, Ketua PW GP Ansor Lampung Budi Hadi Yunanto (Budi HY), Ketua BAZNAS Lampung Selatan, Ketua PC GP Ansor Lampung Selatan Arif Rahman Hakim, M.Pd., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan, serta para ketua badan otonom NU se-Lampung Selatan.

Konfercab menjadi forum strategis bagi GP Ansor Lampung Selatan untuk melakukan evaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyiapkan kepemimpinan baru dan merumuskan agenda perjuangan yang relevan dengan tantangan zaman.

Rektor Universitas An Nur Lampung Prof. KH. Andi Warisno, M.Pd., dalam sambutannya mendorong kader-kader Ansor untuk terus meningkatkan kapasitas dan keberanian mengambil peran yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

Menurutnya, Ansor pada masa kini harus mampu bergerak lebih maju dengan menyiapkan kader yang memiliki kompetensi, wawasan dan kepemimpinan yang kuat.

“Ansor pada masa kini harusnya lebih maju. Bagaimana Anda memimpin nanti adalah bagaimana Anda memimpin hari ini,” ujar Prof. KH. Andi Warisno.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan tidak lahir secara tiba-tiba. Kemampuan memimpin harus dibangun sejak sekarang melalui pengalaman, pendidikan, pengabdian, serta keberanian mengambil tanggung jawab.

Karena itu, Universitas An Nur Lampung, kata dia, turut mengambil bagian dalam penguatan kapasitas kader Ansor melalui bidang pendidikan.

Universitas An Nur, lanjutnya, menyiapkan beasiswa bagi kader-kader Ansor, baik untuk jenjang S1, S2 maupun S3.

Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar meningkatkan kualitas sumber daya manusia kader Ansor sehingga mereka mampu berkompetisi di ruang yang lebih luas.

“Kami menyiapkan beasiswa bagi kader-kader Ansor, baik S1, S2 maupun S3, untuk meningkatkan kapasitas kader agar kader-kader Ansor dapat ikut berkompetisi di tempat yang lebih luas, baik di jabatan politik maupun birokratis,” ungkapnya.

Prof. KH. Andi Warisno juga menyampaikan apresiasi kepada PC GP Ansor Lampung Selatan yang telah memilih Universitas An Nur sebagai tempat pelaksanaan Konfercab IX.

Sebagai tuan rumah, ia menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan, sekaligus mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Universitas An Nur Lampung.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Lampung Selatan Arif Rahman Hakim, M.Pd., menegaskan bahwa Konfercab bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, konferensi merupakan forum penting untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap perjalanan organisasi sekaligus merumuskan langkah GP Ansor ke depan.

“Dalam forum konferensi ini menjadi ajang evaluasi, memilih pemimpin dan merumuskan program kerja ke depan,” kata Arif.

Setelah kurang lebih 10 tahun mengemban amanah sebagai Ketua PC GP Ansor Lampung Selatan, Arif juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama menjalankan roda organisasi.

Ia berharap kepemimpinan berikutnya mampu membawa GP Ansor Lampung Selatan semakin maju, solid dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Arif juga menegaskan pentingnya mengakhiri berbagai sekat internal setelah proses konferensi selesai. Siapa pun yang nantinya memperoleh amanah sebagai ketua harus menjadi pemimpin bagi seluruh kader.

“Setelah terpilih Ketua PC Ansor Lampung Selatan sudah tidak ada kubu-kubuan. Semua dalam satu barisan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi pesan penting agar proses demokrasi organisasi tidak meninggalkan polarisasi. Perbedaan pilihan dalam konferensi harus berakhir ketika keputusan organisasi telah ditetapkan.

Semangat utama yang harus dikedepankan adalah persatuan, kaderisasi dan khidmah kepada Nahdlatul Ulama, bangsa dan negara.

Ketua PW GP Ansor Provinsi Lampung Budi Hadi Yunanto dalam sambutannya menegaskan identitas GP Ansor sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, menjadi kader Ansor bukan sekadar menjadi bagian dari organisasi kepemudaan, melainkan juga menjadi bagian dari tradisi keilmuan dan perjuangan NU.

“Ansor adalah anak Nahdlatul Ulama. Ber-Ansor adalah bermajelis ilmu sebagai warisan dari Nahdlatul Ulama,” ujar Budi HY.

Pesan tersebut menegaskan bahwa kaderisasi Ansor harus berjalan beriringan dengan penguatan keilmuan dan pemahaman ke-NU-an. Kader Ansor tidak cukup hanya memiliki militansi organisasi, tetapi juga harus mempunyai dasar keilmuan, wawasan kebangsaan dan kemampuan membaca perkembangan zaman.

Hal tersebut sejalan dengan arah pengembangan GP Ansor Lampung yang dalam beberapa tahun terakhir terus mendorong penguatan kaderisasi, tradisi keagamaan dan kemandirian ekonomi kader. Budi Hadi Yunanto sebelumnya juga menempatkan kaderisasi, penguatan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah dan kemandirian ekonomi sebagai sejumlah prioritas dalam kepemimpinannya di PW GP Ansor Lampung.

Sementara itu, Ketua PCNU Lampung Selatan H. Abdul Haris, S.Ag., M.H.I., menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepengurusan PC GP Ansor Lampung Selatan yang telah menjalankan amanah organisasi sekaligus menyiapkan kader-kader untuk melanjutkan estafet kepemimpinan pada periode berikutnya.

Menurutnya, proses kaderisasi merupakan bagian penting dalam keberlangsungan organisasi. Karena itu, Konfercab IX tidak hanya menjadi momentum pergantian kepemimpinan, tetapi juga menunjukkan bahwa proses regenerasi di tubuh GP Ansor Lampung Selatan berjalan dengan baik.

H. Abdul Haris mengapresiasi kepengurusan sebelumnya yang telah mempersiapkan kader untuk meneruskan perjuangan dan khidmah organisasi.

Ia juga berharap berbagai program yang belum dapat direalisasikan pada periode sebelumnya dapat dilanjutkan dan diwujudkan oleh kepengurusan yang baru.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pembangunan atau pengadaan kantor PC GP Ansor

Lampung Selatan. Menurutnya, keberadaan kantor akan menjadi bagian penting dalam memperkuat kelembagaan, administrasi, koordinasi dan pelayanan organisasi.

“Untuk program-program yang belum terealisasi, mudah-mudahan dapat direalisasikan oleh kepengurusan yang terbaru. Salah satunya kantor PC Ansor Lampung Selatan,” ungkapnya.
Ketua PCNU Lampung Selatan juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Universitas An Nur Lampung yang telah menjadi tuan rumah sekaligus menyediakan fasilitas yang sangat memadai untuk pelaksanaan Konfercab IX PC GP Ansor Lampung Selatan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada tuan rumah Universitas An Nur yang telah menyediakan fasilitas yang sangat memadai untuk kegiatan Konfercab ini,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan keluarga besar NU, merupakan bagian penting dalam membangun organisasi kepemudaan NU yang semakin kuat, profesional dan mampu menjawab tantangan zaman.

H. Abdul Haris berharap Konfercab IX mampu menghasilkan kepemimpinan yang dapat meneruskan hal-hal baik dari kepengurusan sebelumnya sekaligus menghadirkan inovasi baru bagi kemajuan GP Ansor Lampung Selatan.

Menatap Babak Baru GP Ansor Lampung Selatan

Konfercab IX menjadi momentum penting bagi GP Ansor Lampung Selatan untuk memasuki babak baru perjuangan organisasi.

Selain memilih pemimpin, forum ini menjadi ruang untuk membaca tantangan yang dihadapi generasi muda Nahdlatul Ulama. Kader Ansor dituntut tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu mengambil peran dalam pendidikan, sosial, ekonomi, birokrasi, pemerintahan, politik kebangsaan, serta berbagai ruang pengabdian lainnya.

Penguatan kapasitas melalui pendidikan seperti yang ditawarkan Universitas An Nur menjadi salah satu modal penting untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Di sisi lain, pesan Arif Rahman Hakim mengenai pentingnya menghilangkan “kubu-kubuan” menjadi penanda bahwa soliditas harus menjadi fondasi utama setelah Konfercab.

Sebab, konferensi boleh melahirkan pilihan, tetapi pilihan tidak boleh melahirkan perpecahan.

GP Ansor harus tetap berdiri sebagai satu barisan kader muda NU yang memiliki komitmen terhadap agama, Nahdlatul Ulama, Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kemajuan masyarakat.

Dengan semangat “Bersama Ansor Membangun Negeri”, Konfercab IX diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi titik tolak lahirnya energi baru kaderisasi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, kemandirian organisasi, serta pengabdian sosial yang semakin nyata di Kabupaten Lampung Selatan.

GP Ansor Lampung Selatan memiliki modal besar: jaringan kader yang luas, dukungan para kiai dan PCNU, sinergi dengan pemerintah daerah, serta potensi generasi muda yang terus berkembang.

Kini tantangannya adalah bagaimana seluruh potensi tersebut dirajut menjadi satu barisan, satu gerakan dan satu visi pengabdian.

Humas PCNU Lamsel

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Telegram
WhatsApp
Threads

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Jika menginginkan update berita tentang NU Lampung Selatan. silahkan tinggalkan email disini

Jl. Lintas Sumatera No.308, Agom, Kec. Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung 35551

Jika menginginkan update berita tentang NU Lampung Selatan. silahkan tinggalkan email disini

Copyright © 2025 All rights reserved. Powered by PCNU Lampung Selatan