Nurhadi, S.Sos.I., M.H./Wakil Sekretaris PCNU Lamsel
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ.. أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ: وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Yaitu tunduk dan patuh atas syariat Allah. Menjalankan perintahNya dan menjauhkan diri dari segala larangan-laranganNya. Karena hanya dengan takwa, hidup yang sempit menjadi lapang, hati yang gelisah menjadi tenang, dan langkah yang ragu menjadi terang.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Dalam hidup ini, kita semua pasti pernah merasa lelah dengan keadaan, gelisah dengan masa depan, berat dengan ujian, dan kecewa dengan kenyataan.
Kadang kita bertanya dalam hati “Kenapa hidup terasa sulit?”, “Kenapa doa belum dikabulkan?”, “Kenapa hati belum tenang?” Padahal, Allah sudah memberikan kita jalan sederhana menuju ketenangan hidup, melalui janji-janji-Nya dalam Al-Qur’an.
Hari ini, mari kita renungkan empat janji Allah yang bisa mengubah hidup kita, jika kita benar-benar mengamalkannya.
PERTAMA: Jika kita bersyukur atas nikmat Allha, Allah berjanji akan menambah nikmat kepada kita.
Allah berfirman:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
“Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Akan tetapi kebanyakan dari kita sering kali sibuk menghitung apa yang belum kita miliki, hingga lupa mensyukuri apa yang sudah Allah beri. Kita selalu melihat ke atas untuk urusan dunia, melihat yang lebih kaya, melihat yang lebih sukses, melihat yang lebih beruntung, lalu hati kita menjadi sempit.
Padahal kalau kita melihat ke bawah, masih banyak orang yang sakit sementara kita sehat, masih banyak orang yang lapar sementara kita kenyang, masih banyak orang yang kesulitan sementara kita masih diberi kecukupan.
Hadirin rahimakumullah, Syukur itu bukan menunggu nikmat besar, tetapi menyadari bahwa setiap nafas adalah nikmat.
Dan Allah berjanji bukan nanti, bukan mungkin, tapi pasti—nikmat itu akan ditambah. Maka kalau hidup terasa kurang, bisa jadi bukan karena nikmatnya sedikit, tetapi karena rasa bersyukurnya yang kurang. Oleh karena itu, banyaklah bersyukur atas nikamat Allah, maka Allah akan tambah nikmat-nikmat itu.
KEDUA: Jika kita selalu mengingat Allah, Allah berjanji akan mengingat kita
Allah berfirman:
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ
“Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu.” (QS. Al-Baqarah: 152)
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Kita ini sering merasa sendiri, merasa tidak diperhatikan, merasa tidak ada yang peduli. Padahal Allah berkata:
“Kalau kamu ingat Aku, Aku ingat kamu.”
Betapa banyak di antara kita yang lisannya jarang berzikir, hatinya jarang mengingat Allah, hidupnya jauh dari salat yang khusyuk. lalu ia bertanya: “Kenapa hatiku gelisah?”
Jawabannya adalah: “Karena hati itu butuh Allah”. Hati tanpa zikir seperti tubuh tanpa ruh. Hidup tanpa mengingat Allah akan terasa kosong, walau penuh harta.
Cobalah mulai dari yang sederhana untuk selalu mengingat Allah. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, Astaghfirullah. Sedikit, tapi istiqamah, maka hati akan pelan-pelan menjadi tenang.
Ma’asiroal muslimin rahimakumullah
Kemudian yang KETIGA: Allah berjanji akan mengabulkan doa bagi hambaNya yang berdoa kepadaNya.
Allah berfirman:
ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untukmu.” (QS. Ghafir: 60)
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Ada orang yang sudah lama berdoa, tapi merasa doanya belum dikabulkan. Lalu ia mulai lelah, mulai ragu, bahkan berhenti berdoa. Padahal Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Doa itu tidak akan pernah sia-sia.
Kadang kita minta A, Allah beri B, karena Allah tahu B lebih baik untuk kita. Kadang kita minta sekarang, Allah beri nanti, karena Allah tau waktu yang tepat untuk memberi apa yang kita minta. Bahkan kadang, Allah tidak memberi yang kita minta, karena Allah ingin menyelamatkan kita dari bahaya yang kita tidak tahu dengan permintaan kita itu.
Maka teruslah berdoa, Karena orang yang berhenti berdoa, seakan berkata: “Aku bisa tanpa Allah.” Padahal kita tidak pernah bisa tanpa-Nya. Teruslah berdoa dan jangan berhenti berdoa sampai Allah mengabulkan doa kita.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Yang KEEMPAT: Allah Berjanji Tidak Akan Mengazab Bagi Hambanya Yang Beristigfar (Bertaubat Kepada Allah)
Allah berfirman:
وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
“Allah tidak akan mengazab mereka selama mereka beristighfar.” (QS. Al-Anfal: 33)
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Kadang kita merasakan hidup terasa berat, rezeki terasa sempit, hati terasa gelap dan gelisah yang mengusik jiwa.
Bisa jadi, itu karena dosa-dosa kita. Dan Allah sudah memberi kunci pembukanya. Apa kunci pembukanya? “istighfar”.
Astaghfirullah… sederhana di lisan, tetapi besar di sisi Allah.
Karena Istighfar itu membersihkan dosa, melapangkan rezeki, menenangkan hati, dan menjauhkan dari azab Allah.
Maka jangan tunggu menjadi orang baik dulu baru beristighfar, tetapi beristighfarlah agar menjadi baik.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Mari kita awali dari hari ini untuk lebih banyak bersyukur, lebih sering mengingat Allah, tidak lelah berdoa dan membiasakan istighfar.
Karena bisa jadi yang kita cari selama ini bukanlah harta yang banyak, tetapi hati yang tenang. Dan ketenangan itu ada di dekat Allah.
Mari kita tutup khutbah ini dengan tekad:
Jangan pulang dari masjid sholat jumat hari ini hanya membawa pengetahuan, tetapi pulanglah membawa perubahan.
Mulai hari ini: syukur kita lebih nyata, zikir kita lebih hidup, doa kita lebih sungguh dan istighfar kita lebih sering.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang dekat dengan-Nya, dan hidup kita penuh berkah.
أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ



