Natar (Humas PCNU) — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Natar kembali menggelar kegiatan rutin Lailatul Ijtima pada Jumat malam (24/4/2026) pukul 20.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dilaksanakan di kediaman Majelis Rais Syuriyah MWC NU Natar yang berlokasi di Dusun Rajawali, Desa Candimas, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.
Acara ini dihadiri secara lengkap oleh jajaran Mustasyar, Syuriyah, Tanfidziyah, dan A’wan MWC NU Natar, serta diikuti oleh tokoh masyarakat, aparatur Desa Candimas, dan warga Nahdliyin di sekitar lokasi. Kehadiran berbagai unsur ini menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan dan kekompakan warga NU di Kecamatan Natar.
Kegiatan Lailatul Ijtima merupakan tradisi yang telah dicontohkan oleh para muassis Nahdlatul Ulama sebagai sarana untuk memperkuat amaliyah (praktik keagamaan) dan fikroh (pemikiran) Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris MWC NU Natar, Rivan Asiddiq, menyampaikan laporan perkembangan terkini NU di wilayah Natar. Ia menyoroti perkembangan lembaga pendidikan, baik pondok pesantren NU maupun non-NU yang tersebar di Kecamatan Natar, sebagai bagian dari pemetaan pendidikan guna membantu masyarakat dalam menentukan pilihan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWC NU Natar, H. Andiyanto, S.Ag., dalam sambutannya menegaskan pentingnya Lailatul Ijtima sebagai wadah konsolidasi dan penguatan organisasi. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan warisan para muassis NU yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
“Lailatul Ijtima ini menjadi sarana memperkuat amaliyah dan fikroh Nahdlatul Ulama. Kita semua harus memahami tugas dan fungsi masing-masing, baik Mustasyar, Syuriyah, A’wan, maupun Tanfidziyah. Khususnya Tanfidziyah sebagai pelaksana, memiliki tanggung jawab untuk menjalankan seluruh program yang telah disepakati dalam musyawarah kerja dan disetujui oleh Syuriyah,” ujarnya.
Ia juga berharap agar seluruh program dan rencana kerja NU di Kecamatan Natar senantiasa berjalan dalam rahmat dan ridha Allah SWT.
Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan dzikir muassis NU, KH. Hasyim Asy’ari, yang dipimpin oleh Rais Syuriyah MWC NU Natar, Kyai Qodar Solih. Suasana khidmat terasa saat jamaah bersama-sama melantunkan dzikir sebagai bentuk penguatan spiritual dan kecintaan kepada para ulama pendiri NU.
Selanjutnya, Mau’izhotil Hasanah disampaikan oleh Kyai Miftahul Huda selaku Mustasyar MWC NU Natar. Dalam tausiyahnya, beliau menegaskan bahwa keberlangsungan Nahdlatul Ulama di Natar merupakan tanggung jawab bersama, baik pengurus MWC, ranting NU se-Kecamatan Natar, maupun seluruh jamaah Nahdliyin.
“Teruslah saling berpegangan, jaga solidaritas dan kekompakan. Jangan lupa untuk selalu memohon kepada Allah SWT agar setiap langkah kita senantiasa dibersamai, diberkahi, dan diridhai,” pesannya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan Mahalul Qiyam dan doa yang dipimpin oleh Habib Asadullah Assegaf. Dengan penuh harap, seluruh jamaah memanjatkan doa agar Nahdlatul Ulama di Kecamatan Natar terus berkembang dan memberikan manfaat bagi umat.
Melalui kegiatan Lailatul Ijtima ini, MWC NU Natar kembali meneguhkan komitmennya dalam menjaga tradisi, memperkuat ukhuwah, serta mengokohkan peran NU sebagai pilar keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.
Kontributor: Nano
Editor: Nhd



